Sabtu, 19 Mei 2012

Kita Tak Lahir Untuk Jadi Seorang Pecundang

Sobat blogger setelah beberapa minggu saya mengalami hiatus dini saat ngeblog,akhirnya muncul juga motivasi buat nulis lagi,karena hal ini lumayan menggangu pikiran saya,ya sudah saya curhatkan saja lewat postingan

Pernah kah anda merasa terpuruk, karena suatu kegagalan dalam kehidupan anda?entah itu karier,asmara atau mungkin sesuatu yang lebih penting dari keduanya ?saya yakin pasti anda pernah mengalaminya.ketika kita kalah dalam bertarung dengan pesaing pesaing kita,dan hal ini terjadi berulang kali maka tak perlu di sangkal julukan pecundang akan melekat kuat setelah nama belakang kita,mau tidak mau,suka tidak suka itulah realita,saya bicara demikian karena saya pernah atau lebih tepatnya sedang mengalaminya,entah itu cuman perasaan saya saja atau memang orang orang disekitar saya juga menyadari hal itu,yang jelas tak ada seorangpun yang ingin menjadi pecundang terlebih di juluki pecundang atau looser..

Winner and looser,pemenang dan pecundang adalah asosiasi dari kuat dan lemah.meski pun jaman sudah sedemikian modern hukum rimba akan tetap dan selalu berlaku dalam setiap aspek kehidupan, yang kuat dialah yang menang.manusia adalah makluk material,berwujud secara fisik,maka semua penilaian akan berakar secara kasat mata juga,mereka akan menilai secara fisik karena mereka melihat dengan mata,kalo ada pepatah bilang jangan menilai sebuah buku dari sampulnya itu adalah anjuran yang bijaksana karena pada kenyataanya kebanyakan orang termasuk saya akan membuka sebuah buku karena ia tertarik melihat sampulnya dan si pembuat buku pun berlomba membuat sampul atau kualitas cetakan sebaik mungkin,loh kok jadi ngomongin sampul buku hehe..,disini sampul buku saya analogikan sebagai bentuk fisik orang yang menarik,apakah buku yang orang yang punya penampilan menarik menjamin isi bacaan atau kepribadian yang menarik juga,jawabanya tentu tidak,dan saya harap anda setuju,isi buku atau kepribadian mencerminkan kepandaian seseorang,anda bisa menilai kalau anda sudah membaca buku atau mengenali orang tersebut.

Sobat blogger balik lagi ke topik artikel saya kita tak terlahir sebagai pecundang,bukan sebuah kalimat penghibur diri sendiri,ketika saya mulai putus asa saat memperjuangkan sesuatu dan akhirnya kita jatuh dalam kegagalan hal yang selalu saya ingat adalah ceramah aa gym loh??? Saya masih ingat dulu waktu aa gym masih cukup eksis di televisi,beliau waktu itu berdakwah tentang kesuksesan,beliau berkata"manusia sejak lahir di takdirkan untuk sukses,taukah anda sebelum kita lahir kita sudah berlomba dengan pesaing-pesaing kita,tidak kah kita sadari dari jutaan bahkan milyaran sperma yang masuk  membuahi sel telur cuman satu yang berhasil yaitu kita,itu bukti kalau kita terlahir sebagai pemenang atau orang yang sukses",cukup menangkan hati kekita saya sedang gagal.

Kuat dan lemah bukan takdir yang tak bisa di ubah,dahulu di jaman purba kuat selalu di identikan dengan tubuh yang kekar otot sekarang tubuh kekar otot tanpa otak kekar juga percuma,peradaban telah membawa intelegensi menjadi alat ukur kuat lemahnya seseorang,so jadilah sepandai mungkin bahkan ada pepatah tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina,sebagai contoh tak ada presiden yang bodoh di dunia ini,apa buktinya kalau saya bilang presiden di semua negara itu pandai sama saja bukan?,kalau mereka tidak pandai tentu mereka tidak akan jadi presiden,bingung kan?saya sendiri yang nulis juga bingung,maksudnya kurang lebih seperti ini,seorang presiden tentu mempunyai kapabilitas yang mengkualifikasikan dirinya pantas menjadi presiden itu karena mereka mampu untuk mengelola diri sendiri dan orang lain dengan pikirannya,artinya mereka pandai,pandai menggunakan otaknya untuk mencapai tujuannya bagaimana caranya agar saya bisa jadi presiden,lalu apa hubunganya kuat dengan pandai sampai harus bawa bawa presiden segala,seorang presiden tentu punya kekuasaan,karena punya kekuasaan itu artinya mereka kuat..

Sobat blogger dari kalimat kalimat yang saya tulis di atas bisa saya simpulkan menurut pemikiran saya kurang lebih seperti ini,kalau kita tak mau disebut pecundang tidak ada pilihan lain berarti kita harus jadi pemenang,untuk jadi pemenang kita harus kuat, kuat bukan berarti punya tubuh yang berotot secara fisik,tapi kuat berarti punya kemampuan berfikir yang lebih,berfikir untuk mencapai tujuan kita menjadi pemenang apapun caranya yang penting tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku

Apa yang saya tulis dia atas hanya coretan yang keluar dari benak saya,semoga bermanfaat dan satu lagi yang perlu di ingat kita tak terlahir sebagai pecundang

Kita Tak Lahir Untuk Jadi Seorang Pecundang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nova S
Terima kasih sudah berkomentar