Sabtu, 31 Maret 2012

Hidup butuh konsep tertulis

Saya masih ingat ketika pertama kali main ke jakarta,waktu itu saya masih kelas 1 smp.Sepanjang perjalanan saya kagum melihat gedung-gedung tinggi di kanan kiri jalan,sambil tertawa heran,maklum anak desa pergi ke kota jadi kelihatan katrok hehe, dalam hati saya bertanya,yang bikin siapa yaa pinter banget atau bikinnya gimana yaa kok bisa buat gedung setinggi itu.Seiring bertamabah usia saya,akhirnya saya tau gedung-gedung tersebut tak akan berdiri tanpa adanya peran sang arsitek si perancang bangunan,mereka menuangkan ide bentuk bangunan yang dikehendaki dengan sebuah gambar.Gambar itulah yang akan menjelma menjadi bangunan-bangunan yang sempat membuat saya kagum.Terus apa hubunganya dengan judul artikel yang saya tulis di atas?

Sobat blogger seperti halnya merancang sebuah banguan dengan gambar,hidup pun butuh sebuah rancangan atau saya lebih suka menyebutnya konsep dan anda pasti sependapat dengan saya bukan .Tanpa sebuah konsep hidup tak akan terlalu bernilai. Layaknya sebuah bangunan yang dibuat tanpa desain tertentu maka bangunan tersebut akan berdiri seadanya, tanpa nilai estetika yang terlihat. Yang penting ada pintu,atap dan jendela.Begitu pula dengan kehidupan,tanpa konsep yang jelas hidup akan berlalu begitu saja,seperti air yang mengalir,waktu seakan tak ada harganya karena kita tak punya gambaran bagaimana akhir dan tujuan dari hidup kita

Lalu apa yang menjadi dasar dari konsep hidup kita?tentu setiap orang punya pendapat yang berbeda tapi bagi saya yang menjadi fondasi sebuah konsep hidup adalah impian dan keinginan .Impian dan keinginan layaknya ide desain sebuah bangunan,kedua hal tersebut akan menjadi akhir tujuan hidup kita,semakin tinggi dan megah gedung yang dibuat butuh waktu dan biaya lebih besar,begitupun dengan hidup semakin besar impian dan keinginan makin besar pula usaha yang di butuhkan untuk mencapainya ibarat sebuah gedung impian adalah puncaknya sedangkan keinginan sebagai lantai-lantai yang menumpunya

Lalu apa semua konsep hidup harus selalu tercapai?jawabanya tidak tergantung seberapa besar usaha dan keyakinan kita untuk mencapainya anda masih bisa berkompromi dengan konsep hidup anda sendiri,artinya anda bisa menentukan skala dari impian anda,saya pun juga demikian tak perlu muluk muluk mematok sebuah impian yang penting kejelasan dari tiap progress untuk mencapainya yang harus di tuangkan secara tertulis agar kita selalu mengingatnya.Tapi kalo anda tipe orang yang berapi api dalam segala hal kenapa tidak menetapkan impian setinggi tingginya

Apa saya sudah melakukanya,merencanakan akhir dan tujuan hidup dengan sebuah konsep tertulis,beranjak dari pikiran saya sendiri memang itulah yang menjadi alasan kenapa saya menulis artikel ini,saya hanya ingin share apa yang menjadi pikiran atau ide ide saya,saya membuat konsep hidup saya dalam bentuk flowchart tapi tentu ngga perlu di tulis di sini yaa hehe,dan sebaiknya kita punya banyak salinan jadi sewaktu kita lupa kita masih punya copyannya,bisa kita simpan di ponsel,pc atau laptop atau kalau mau anda bisa menempelnya di dinding kamar tidur anda

Sobat blogger dengan menulis sebuah konsep hidup kita bisa mengukur seberapa besar daya juang kita terhadap apa yang ingin kita capai,atau setidaknya kita tahu alur cerita dan gambaran hidup kita ke depan,semoga bermanfaat

Hidup butuh konsep tertulis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Nova S
Terima kasih sudah berkomentar